Demikian dikatakan Ketua Kadin Suryo B Sulisto, saat dihubungi Media Indonesia, akhir pekan lalu. "Saya kira sebaiknya dikaji terlebih dahulu secara seksama. Terutama mengenai cost dan benefitnya soal penggabungan waktu itu," kata Suryo.
Ia mengatakan jika rencana penyatuan tiga zona waktu akan membawa manfaat besar. Harus dihitung juga seberapa besar manfaatnya tersebut. "Kalau dikatakan membawa manfaat yang besar, apa benar? Seberapa besarnya sih? Dihitung bisa tidak? Seberapa besar manfaat itu ketimbang mudaratnya," ujar Suryo.
Suryo mencontohkan kalau di Amerika Serikat, mereka mempunyai sistem yang dinamakan penyesuaian daylight saving. Sistem inilah yang menjadi standar menentukan hitungan waktu dalam setiap musim yang terjadi di Amerika Serikat.
"Setiap musim panas atau dingin ada yang namanya penyuasaian daylight saving. Jamnya dimajuin atau dimundurin. Dengan pertimbangan karena mataharinya lebih lama atau lebih sedikit. Maka untuk menghemat energi itu dilakukan," ungkap Suryo.
Sementara di Indonesia, Suryo mempertanyakan perhitungan waktunya nanti akan seperti apa. Karena perhitungan waktu berdasarkan lama keluarnya matahari seperti yang dilakukan Amerika Serikat tidak diterapkan di Indonesia. "Kalau di Indonesia perhitungan waktu berdasarkan perbedaan atas dasar lamanya matahari keluar kan tidak ada. Jadi apa pertimbangannya?," tandasnya. (*/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com

